Pasien Bisa Jalan di Rumah, Tapi Cepat Lelah Saat Keluar. Apakah Perlu Kursi Roda?

Sahabat GS Alkes, pernah mengalami situasi seperti ini?

Di dalam rumah, pasien masih bisa berjalan sendiri. Dari kamar menuju ruang keluarga masih mampu. Pergi ke kamar mandi juga masih bisa dengan perlahan.

Namun begitu harus kontrol ke rumah sakit, pergi ke klinik, atau keluar rumah, kondisinya berbeda.

Baru berjalan beberapa meter pasien sudah terlihat lelah. Langkah mulai melambat, berkali-kali meminta berhenti, atau akhirnya harus mencari tempat duduk.

Keluarga kemudian mulai bertanya:

“Kalau masih bisa jalan, apakah perlu menggunakan kursi roda?”

Jawabannya, kursi roda tidak hanya digunakan oleh pasien yang sama sekali tidak bisa berjalan. Pada kondisi tertentu, kursi roda dapat menjadi alat bantu mobilitas untuk pasien yang masih mampu berjalan tetapi memiliki keterbatasan ketika menempuh jarak yang lebih jauh.

Bisa Berjalan Belum Tentu Kuat Berjalan Jauh

Berjalan beberapa meter di dalam rumah tentu berbeda dengan berjalan ketika berada di luar rumah.

Di rumah, jarak dari kamar menuju kamar mandi mungkin hanya beberapa meter. Pasien juga mengenal lingkungan tersebut dan dapat berhenti kapan saja ketika merasa lelah.

Ketika kontrol ke rumah sakit, situasinya bisa berbeda.

Pasien mungkin harus berjalan dari:

Mobil → pintu masuk → pendaftaran → ruang tunggu → ruang pemeriksaan → apotek → kembali ke kendaraan.

Jika dihitung keseluruhan, jaraknya bisa jauh lebih panjang daripada aktivitas berjalan pasien sehari-hari di rumah.

Karena itulah pasien yang terlihat cukup mandiri di rumah belum tentu memiliki stamina yang sama ketika beraktivitas di luar.

Perhatikan Kondisi Pasien Saat Berjalan di Luar

Jangan hanya menilai dari apakah pasien masih mampu berdiri dan melangkah.

Perhatikan juga apa yang terjadi setelah pasien berjalan beberapa saat.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan misalnya:

  • Pasien cepat merasa lelah.
  • Sering meminta berhenti atau mencari tempat duduk.
  • Langkah semakin lambat setelah berjalan.
  • Tubuh mulai terlihat tidak stabil ketika lelah.
  • Harus terus berpegangan pada anggota keluarga.
  • Kesulitan mengikuti jarak perjalanan.
  • Membutuhkan waktu pemulihan cukup lama setelah berjalan.
  • Pernah hampir jatuh ketika kelelahan.

Jika kondisi tersebut sering terjadi, keluarga dapat mempertimbangkan apakah pasien membutuhkan bantuan mobilitas ketika berada di luar rumah.

Apakah Langsung Harus Menggunakan Kursi Roda?

Belum tentu.

Kebutuhan setiap pasien berbeda.

Ada pasien yang hanya membutuhkan waktu istirahat lebih sering. Ada yang membutuhkan walker atau alat bantu jalan lainnya. Ada pula yang lebih terbantu menggunakan kursi roda ketika harus menempuh jarak jauh.

Kondisi kesehatan pasien, kekuatan tubuh, keseimbangan, dan proses pemulihannya perlu dipertimbangkan.

Untuk pasien setelah operasi, stroke, cedera, atau memiliki kondisi medis tertentu, pemilihan alat bantu mobilitas sebaiknya mengikuti rekomendasi dokter atau fisioterapis.

Menggunakan Kursi Roda Bukan Berarti Pasien Tidak Boleh Berjalan

Ini salah satu kekhawatiran yang cukup sering muncul.

Keluarga mungkin berpikir:

“Kalau pakai kursi roda nanti pasien jadi malas jalan.”

Padahal penggunaan kursi roda dan latihan berjalan dapat memiliki tujuan yang berbeda.

Misalnya, pasien tetap berjalan sesuai kemampuan ketika berada di rumah atau menjalani latihan yang dianjurkan fisioterapis.

Namun ketika harus kontrol ke rumah sakit dan menempuh jarak yang jauh, kursi roda dapat digunakan sebagai alat bantu mobilitas.

Jadi penggunaan kursi roda tidak selalu berarti pasien harus duduk di kursi roda sepanjang hari.

Kursi Roda Bisa Disiapkan Sebagai Cadangan

Pada beberapa kondisi, keluarga bahkan tidak harus langsung mendudukkan pasien di kursi roda sejak keluar rumah.

Pasien dapat berjalan terlebih dahulu sesuai kemampuan.

Kursi roda dibawa sebagai cadangan ketika pasien mulai lelah.

Misalnya:

Pasien berjalan dari kendaraan menuju pintu rumah sakit.

Setelah mulai merasa lelah, pasien dapat beristirahat dan melanjutkan perjalanan menggunakan kursi roda.

Dengan cara ini, aktivitas pasien dapat disesuaikan dengan kemampuan dan rencana perawatan yang diberikan tenaga kesehatan.

Jangan Menunggu Sampai Pasien Benar-Benar Kelelahan

Jika keluarga sudah mengetahui pasien biasanya hanya mampu berjalan dalam jarak tertentu, sebaiknya jangan memaksakan perjalanan terlalu jauh.

Kelelahan dapat memengaruhi kestabilan tubuh.

Pasien yang awalnya mampu berjalan dengan cukup baik dapat mulai kehilangan keseimbangan ketika tubuhnya sudah lelah.

Karena itu, rencanakan aktivitas sebelum keluar rumah.

Perhatikan jarak yang harus ditempuh, kondisi tempat tujuan, kemungkinan antrean, serta apakah tersedia tempat untuk pasien beristirahat.

Kursi Roda Standard atau Traveling?

Jika kursi roda hanya digunakan ketika pasien keluar rumah, keluarga biasanya akan menemukan beberapa pilihan.

Kursi Roda Standard

Kursi roda standard umumnya memiliki ukuran yang lebih besar dan dapat digunakan untuk berbagai aktivitas sehari-hari.

Jenis ini dapat menjadi pilihan ketika pasien cukup sering menggunakan kursi roda atau membutuhkan kursi yang lebih kokoh untuk aktivitas rutin.

Kursi Roda Traveling

Kursi roda traveling biasanya dirancang agar lebih praktis dibawa.

Jenis ini dapat menjadi pilihan untuk kebutuhan seperti:

  • Kontrol ke rumah sakit.
  • Pergi ke klinik.
  • Menghadiri acara keluarga.
  • Bepergian menggunakan mobil.
  • Aktivitas sementara di luar rumah.

Namun setiap produk memiliki ukuran, kapasitas beban, dan fitur berbeda. Pastikan kursi roda yang digunakan sesuai dengan kondisi tubuh dan kebutuhan pasien.

Jangan Lupa Ukuran Mobil

Sebelum menyewa kursi roda untuk bepergian, perhatikan juga kendaraan yang akan digunakan.

Pastikan kursi roda dapat dilipat dan masuk ke bagasi atau ruang penyimpanan kendaraan.

Untuk keluarga yang menggunakan mobil kecil, kursi roda traveling dapat lebih mudah dibawa dibandingkan beberapa model kursi roda berukuran besar.

Sebelum menyewa, tanyakan ukuran kursi roda ketika dilipat agar tidak kesulitan saat hari keberangkatan.

Perhatikan Juga Kondisi Tempat Tujuan

Selain kemampuan pasien, lingkungan tempat tujuan juga penting.

Sebelum pergi, jika memungkinkan perhatikan:

  • Apakah tersedia jalur kursi roda.
  • Apakah terdapat ramp.
  • Apakah harus melewati tangga.
  • Apakah pintu cukup lebar.
  • Apakah tersedia lift.
  • Kondisi permukaan jalan.
  • Jarak dari area parkir menuju lokasi tujuan.

Persiapan sederhana seperti ini dapat membuat perjalanan pasien lebih nyaman.

Kalau Hanya Digunakan Saat Kontrol, Lebih Baik Sewa atau Beli?

Jika pasien hanya membutuhkan kursi roda selama masa pemulihan atau beberapa kali untuk kontrol ke rumah sakit, menyewa dapat menjadi pilihan yang praktis.

Keluarga tidak harus membeli kursi roda yang nantinya mungkin jarang digunakan setelah kondisi pasien membaik.

Misalnya pasien membutuhkan kursi roda selama satu atau dua bulan untuk beberapa kali kontrol.

Setelah kondisi dan kemampuan berjalan membaik serta tenaga kesehatan menilai kursi roda tidak lagi diperlukan, alat sewa dapat dikembalikan.

Sebaliknya, jika kebutuhan pasien diperkirakan berlangsung lama atau kursi roda digunakan setiap hari, keluarga dapat mempertimbangkan apakah membeli lebih sesuai.

Jadi, Kalau Masih Bisa Jalan Apakah Perlu Kursi Roda?

Jangan menentukan kebutuhan kursi roda hanya berdasarkan pertanyaan:

“Pasien masih bisa jalan atau tidak?”

Pertanyaan yang lebih tepat adalah:

“Apakah pasien mampu menjalani seluruh aktivitas dengan aman dan nyaman sesuai jarak yang akan ditempuh?”

Pasien mungkin mampu berjalan beberapa meter di rumah tetapi cepat lelah ketika harus berjalan jauh di rumah sakit.

Dalam kondisi tertentu, kursi roda dapat digunakan sebagai alat bantu mobilitas atau cadangan ketika pasien mulai kelelahan.

Penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi pasien dan rekomendasi tenaga kesehatan, terutama jika pasien sedang menjalani rehabilitasi.

Butuh Sewa Kursi Roda di Semarang?

Sahabat GS Alkes yang membutuhkan kursi roda untuk kontrol ke rumah sakit, masa pemulihan, atau kebutuhan perawatan pasien di rumah dapat mempertimbangkan sewa kursi roda di Semarang.

GS Alkes menyediakan beberapa pilihan kursi roda untuk kebutuhan pasien, termasuk kursi roda standard, traveling, dan tipe multifungsi, sesuai ketersediaan.

Sewa dapat menjadi pilihan praktis terutama jika alat hanya dibutuhkan untuk sementara.

Selain kursi roda, tersedia pula berbagai kebutuhan alat kesehatan untuk mendukung perawatan pasien di rumah.

💙💚 GS Alkes — Sahabat Perawatan di Rumah.

Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan maupun rekomendasi dokter, fisioterapis, atau tenaga kesehatan.

Related Posts

Post a Comment

HomeGot to TopContact
× Pesan Sekarang