Banyak keluarga merasa lega saat melihat pasien sudah bisa:
- Berdiri sendiri
- Jalan beberapa langkah
- Ke kamar mandi tanpa bantuan
- Terlihat lebih segar dan aktif
Namun di fase inilah risiko jatuh justru sering meningkat.
Kenapa bisa begitu?
1️⃣ Otot Belum Benar-Benar Kuat
Meski sudah bisa berjalan, kekuatan otot belum kembali sepenuhnya.
Biasanya:
- Kaki masih mudah lelah
- Keseimbangan belum stabil
- Refleks belum secepat dulu
Pasien terlihat kuat, tapi sebenarnya masih dalam fase transisi.
2️⃣ Kepercayaan Diri Meningkat Lebih Cepat dari Kekuatan Fisik
Ini sering terjadi.
Pasien merasa:
- “Sudah bisa sendiri.”
- “Tidak perlu alat lagi.”
- “Tidak mau merepotkan.”
Padahal tubuh belum siap sepenuhnya.
3️⃣ Lingkungan Rumah Tidak Sepenuhnya Aman
Berbeda dengan rumah sakit, di rumah ada:
- Lantai licin
- Karpet longgar
- Tangga
- Kamar mandi tanpa pegangan
Risiko jatuh bisa terjadi dalam hitungan detik.
4️⃣ Terlalu Cepat Melepas Alat Bantu
Kesalahan umum:
- Berhenti pakai walker terlalu cepat
- Tidak lagi menggunakan tongkat
- Meninggalkan kursi roda saat masih dibutuhkan
Padahal alat bantu bukan tanda kelemahan,
tetapi bagian dari proses pemulihan.
5️⃣ Kelelahan yang Tidak Disadari
Pasien sering terlihat kuat di pagi hari,
tetapi melemah di sore atau malam.
Kelelahan membuat:
- Langkah goyah
- Konsentrasi menurun
- Risiko jatuh meningkat
Jadi, Kapan Pasien Benar-Benar Aman?
Biasanya ketika:
✔️ Bisa berdiri stabil tanpa goyah
✔️ Tidak mudah lelah saat berjalan
✔️ Bisa berbelok tanpa kehilangan keseimbangan
✔️ Dokter atau tenaga medis menyatakan aman
Sebelum itu, alat bantu tetap menjadi pelindung.
Kesimpulan
Pasien yang terlihat kuat belum tentu benar-benar stabil.
Fase “sudah mulai bisa” adalah fase yang paling rawan.
Lebih baik menggunakan alat bantu sedikit lebih lama,
daripada terlalu cepat melepas dan berisiko jatuh.
Karena satu kali jatuh bisa membuat proses pemulihan kembali ke awal.
Post a Comment