Keluarga Harus Merawat Pasien Sendirian di Rumah. Alat Apa yang Bisa Membantu Meringankan Perawatan?

Sahabat GS Alkes, ketika pasien diperbolehkan pulang dari rumah sakit, keluarga tentu merasa lega.

Namun setelah sampai di rumah, muncul tantangan baru.

Di rumah mungkin tidak ada perawat yang berjaga 24 jam. Anggota keluarga harus membantu pasien makan, berpindah posisi, pergi ke kamar mandi, berjalan, hingga menyiapkan berbagai kebutuhan perawatan sehari-hari.

Apalagi jika sebagian besar aktivitas tersebut hanya ditangani oleh satu anggota keluarga.

Tidak heran jika muncul pertanyaan:

โ€œAlat apa saja yang sebenarnya bisa membantu supaya merawat pasien di rumah menjadi lebih praktis?โ€

Jawabannya tergantung kondisi pasien.

Tidak semua pasien membutuhkan banyak alat kesehatan sekaligus. Tetapi pemilihan alat yang tepat dapat membantu pasien sekaligus mempermudah aktivitas caregiver selama menjalani perawatan di rumah.

Jangan Tunggu Pasien Sampai di Rumah untuk Memikirkan Peralatannya

Jika memungkinkan, persiapan sebaiknya dilakukan sebelum pasien pulang dari rumah sakit.

Tanyakan kepada dokter, perawat, atau fisioterapis mengenai kemampuan pasien setelah pulang.

Misalnya:

  • Apakah pasien sudah mampu berjalan sendiri?
  • Apakah masih membutuhkan bantuan ketika berdiri?
  • Apakah pasien akan lebih banyak berbaring?
  • Apakah pasien mampu pergi ke toilet?
  • Apakah membutuhkan terapi oksigen?
  • Apakah pasien memiliki banyak sekret tetapi sulit mengeluarkannya?
  • Apakah ada alat tertentu yang digunakan selama perawatan di rumah sakit dan masih diperlukan di rumah?

Dari informasi tersebut, keluarga dapat menentukan peralatan apa yang benar-benar diperlukan.

1. Bed Pasien untuk Pasien yang Banyak Berbaring

๐Ÿ›๏ธ Bed pasien dapat dipertimbangkan ketika pasien menghabiskan banyak waktu di tempat tidur atau membutuhkan bantuan dalam berbagai aktivitas perawatan.

Dibandingkan tempat tidur biasa, beberapa jenis bed pasien memungkinkan posisi kepala dan kaki diatur.

Pada tipe tertentu, ketinggian bed juga dapat disesuaikan.

Fitur tersebut dapat membantu caregiver ketika melakukan aktivitas seperti membantu pasien duduk, mengubah posisi, mengganti pakaian, mengganti sprei, atau melakukan perawatan lainnya.

Untuk pasien dengan kebutuhan tertentu, bed pasien elektrik dapat membuat pengaturan posisi menjadi lebih praktis karena caregiver tidak perlu melakukan semua pengaturan secara manual.

Namun jenis bed tetap perlu disesuaikan dengan kondisi pasien dan kebutuhan perawatan.

2. Kursi Roda untuk Membantu Mobilitas

โ™ฟ Pasien masih bisa berjalan belum tentu mampu berjalan jauh.

Di rumah mungkin pasien mampu berjalan dari kamar menuju ruang keluarga. Namun ketika harus kontrol ke rumah sakit, jarak yang ditempuh dapat jauh lebih panjang.

Dalam kondisi seperti ini, kursi roda dapat digunakan sebagai alat bantu mobilitas atau cadangan ketika pasien mulai kelelahan.

Kursi roda juga dapat membantu caregiver ketika harus membawa pasien berpindah tempat tanpa memaksakan pasien berjalan melebihi kemampuannya.

Ada berbagai pilihan kursi roda, mulai dari standard, traveling hingga tipe multifungsi.

Pilih berdasarkan kondisi pasien, lingkungan rumah, ukuran tubuh, dan kebutuhan penggunaannya.

3. Walker untuk Pasien yang Mulai Belajar Berjalan

๐Ÿšถ Ada juga pasien yang sebenarnya sudah mampu berdiri dan berjalan tetapi masih terlihat goyah.

Ketika berjalan, pasien mungkin masih mencari:

Tembok โ†’ meja โ†’ kursi โ†’ tangan anggota keluarga

untuk dijadikan pegangan.

Dalam kondisi tertentu, walker dapat memberikan tambahan dukungan saat berjalan.

Namun penggunaan walker sebaiknya tidak diputuskan hanya karena pasien terlihat goyah.

Terutama pada pasien setelah operasi, stroke, cedera, atau sedang menjalani rehabilitasi, pemilihan alat bantu berjalan sebaiknya mengikuti penilaian dokter atau fisioterapis.

4. Tabung Oksigen atau Oxygen Concentrator

๐Ÿซ Untuk pasien yang memang mendapatkan terapi oksigen, keluarga mungkin perlu mempersiapkan tabung oksigen atau oxygen concentrator di rumah.

Namun penting dipahami:

Oksigen merupakan terapi medis.

Jangan memberikan oksigen hanya karena pasien terlihat lemas atau menaikkan alirannya sendiri ketika pasien terlihat sesak.

Penggunaan, target saturasi, serta aliran oksigen sebaiknya mengikuti instruksi tenaga kesehatan yang menangani pasien.

Jika pasien memang membutuhkan oksigen secara rutin, keluarga juga perlu memikirkan ketersediaan oksigen dan rencana cadangan sesuai kebutuhan pasien.

5. Suction Pump untuk Kondisi Tertentu

๐Ÿ’จ Sebagian pasien memiliki sekret atau dahak tetapi kesulitan mengeluarkannya sendiri.

Jika selama di rumah sakit pasien sering mendapatkan tindakan suction, keluarga sebaiknya bertanya sebelum pasien pulang:

โ€œApakah suction masih perlu dilakukan di rumah?โ€

Jika tenaga kesehatan merekomendasikannya, suction pump dapat dipersiapkan sebelum pasien pulang.

Namun memiliki suction pump bukan berarti keluarga boleh langsung melakukan tindakan suction sendiri.

Caregiver perlu mendapatkan pelatihan mengenai teknik penggunaan yang sesuai dari tenaga kesehatan.

6. Nebulizer untuk Terapi yang Memang Diresepkan

๐ŸŒซ๏ธ Nebulizer dapat digunakan untuk mengubah obat cair tertentu menjadi aerosol yang dapat dihirup.

Tetapi nebulizer bukan alat yang otomatis digunakan setiap kali pasien merasa sesak atau batuk.

Obat yang dimasukkan ke dalam nebulizer dan frekuensi penggunaannya harus mengikuti resep atau petunjuk tenaga kesehatan.

Jika pasien memang mendapatkan terapi nebulizer di rumah, pastikan keluarga memahami cara menggunakan serta membersihkan perlengkapannya.

7. Kruk untuk Membantu Mobilitas pada Kondisi Tertentu

๐Ÿฉผ Untuk pasien dengan cedera atau kondisi tertentu pada kaki, dokter atau fisioterapis mungkin menyarankan penggunaan kruk.

Kruk dapat membantu mengurangi atau mengatur beban pada bagian tubuh tertentu sesuai instruksi tenaga kesehatan.

Namun tinggi kruk dan cara penggunaannya harus sesuai.

Penggunaan yang tidak tepat justru dapat membuat pasien tidak stabil atau menimbulkan ketidaknyamanan.

Alat Kesehatan Bukan Pengganti Caregiver

Ini hal penting yang perlu dipahami.

Bed pasien, kursi roda, walker maupun alat kesehatan lainnya tidak menggantikan kebutuhan pendampingan manusia.

Fungsi alat adalah membantu aktivitas tertentu menjadi lebih praktis dan sesuai kebutuhan pasien.

Pasien yang berisiko jatuh, memiliki gangguan kesadaran, sangat lemah, atau membutuhkan tindakan medis tertentu mungkin tetap memerlukan pengawasan lebih intensif.

Karena itu, jangan mengandalkan alat kesehatan sebagai satu-satunya solusi ketika kondisi pasien sebenarnya membutuhkan bantuan tenaga kesehatan atau caregiver tambahan.

Jangan Membeli Semua Alat Sekaligus

Ketika pasien akan pulang dari rumah sakit, keluarga terkadang merasa harus mempersiapkan semuanya.

Bed pasien dibeli.

Kursi roda dibeli.

Walker dibeli.

Nebulizer dibeli.

Padahal beberapa minggu kemudian sebagian alat ternyata tidak digunakan.

Karena itu, tentukan kebutuhan berdasarkan:

Kondisi pasien โ†’ aktivitas sehari-hari โ†’ rekomendasi tenaga kesehatan โ†’ perkiraan lama penggunaan.

Prioritaskan alat yang memang dibutuhkan.

Jika masih ragu, tanyakan kepada dokter, perawat, atau fisioterapis yang mengetahui kondisi pasien.

Kalau Hanya Dibutuhkan 1โ€“3 Bulan, Pertimbangkan Sewa

Tidak semua alat kesehatan harus dibeli.

Jika pasien diperkirakan hanya membutuhkan suatu alat selama masa pemulihan, menyewa dapat menjadi alternatif yang lebih praktis.

Misalnya pasien membutuhkan kursi roda selama satu bulan untuk beberapa kali kontrol.

Atau bed pasien hanya diperlukan selama dua sampai tiga bulan sampai mobilitas pasien membaik.

Dengan menyewa, keluarga dapat menggunakan alat selama dibutuhkan tanpa harus memikirkan penyimpanan alat setelah pasien tidak lagi menggunakannya.

Namun untuk kebutuhan jangka panjang, membandingkan total biaya sewa dengan harga pembelian tetap penting.

Buat โ€œZona Perawatanโ€ di Rumah

Selain memilih alat, penataan ruang juga dapat membantu caregiver.

Jika pasien banyak beraktivitas di satu kamar, buat area tersebut menjadi zona perawatan sederhana.

Usahakan barang yang sering digunakan berada dalam jangkauan caregiver.

Jika terdapat bed pasien, sisakan ruang di sampingnya agar caregiver dapat bergerak.

Jangan memenuhi area dengan terlalu banyak peralatan.

Pastikan juga:

  • Jalur berjalan tidak terhalang.
  • Kabel tidak melintang di lantai.
  • Lantai tidak licin.
  • Kursi roda atau walker mudah dijangkau.
  • Pencahayaan cukup.
  • Alat medis ditempatkan sesuai petunjuk keselamatan.

Penataan sederhana dapat mengurangi aktivitas bolak-balik caregiver selama merawat pasien.

Caregiver Juga Perlu Menjaga Kondisi Tubuh

Ketika hanya satu anggota keluarga yang merawat pasien, perhatian sering sepenuhnya diberikan kepada pasien.

Padahal caregiver juga dapat mengalami kelelahan.

Jangan memaksakan diri mengangkat atau memindahkan pasien sendirian apabila bebannya terlalu berat atau tekniknya tidak dikuasai.

Selain berisiko bagi pasien, caregiver juga dapat mengalami cedera.

Jika suatu aktivitas membutuhkan dua orang atau bantuan tenaga profesional, gunakan bantuan tersebut daripada memaksakan melakukannya sendirian.

Jadi, Alat Apa yang Harus Disiapkan?

Tidak ada daftar alat yang berlaku untuk semua pasien.

Pasien yang kesulitan berjalan mungkin membutuhkan kursi roda atau walker.

Pasien yang banyak berbaring mungkin lebih terbantu dengan bed pasien.

Sementara oksigen, suction pump, nebulizer, dan alat medis lainnya digunakan sesuai kondisi serta rekomendasi tenaga kesehatan.

Prinsipnya sederhana:

Jangan mencari alat sebanyak-banyaknya. Cari alat yang benar-benar membantu kebutuhan pasien dan caregiver.

Dengan peralatan yang tepat dan penataan rumah yang baik, aktivitas perawatan dapat menjadi lebih terorganisir dan nyaman bagi keluarga.

Butuh Sewa Alat Kesehatan di Semarang?

Sahabat GS Alkes yang sedang mempersiapkan perawatan anggota keluarga di rumah dapat mempertimbangkan sewa alat kesehatan di Semarang jika kebutuhannya bersifat sementara.

GS Alkes menyediakan berbagai kebutuhan perawatan di rumah, seperti:

๐Ÿ›๏ธ Bed pasien manual & elektrik
โ™ฟ Kursi roda
๐Ÿšถ Walker
๐Ÿฉผ Kruk
๐Ÿซ Tabung oksigen
๐Ÿ’จ Suction pump
๐ŸŒซ๏ธ Nebulizer
dan berbagai kebutuhan alat kesehatan lainnya sesuai ketersediaan.

Dengan menyewa, keluarga dapat menyesuaikan alat dengan kebutuhan selama masa perawatan tanpa harus langsung membeli semuanya.

๐Ÿ’™๐Ÿ’š GS Alkes โ€” Sahabat Perawatan di Rumah.

Artikel ini merupakan informasi edukasi umum. Pemilihan dan penggunaan alat medis tertentu tetap perlu mengikuti pemeriksaan, pelatihan, atau rekomendasi dokter dan tenaga kesehatan yang menangani pasien.

Related Posts

Post a Comment

HomeGot to TopContact
× Pesan Sekarang