Pasien Bisa Berjalan, Tapi Masih Sering Goyah. Perlu Walker atau Cukup Didampingi?

Sahabat GS Alkes, ada satu kondisi yang cukup sering membuat keluarga bingung saat merawat pasien di rumah.

Pasien sudah bisa bangun dari tempat tidur. Sudah bisa berdiri. Bahkan sudah mulai berjalan beberapa langkah.

Tetapi ketika berjalan, tubuhnya masih terlihat goyah, langkahnya belum mantap, atau sesekali mencari tembok dan perabot untuk berpegangan.

Akhirnya keluarga bertanya:

“Kalau sudah bisa berjalan seperti ini, masih perlu walker atau cukup kita dampingi saja?”

Jawabannya tidak selalu sama untuk setiap pasien. Bisa berjalan belum tentu berarti pasien sudah memiliki keseimbangan dan kemampuan berjalan yang aman.

Sudah Bisa Berjalan Belum Tentu Sudah Stabil

Kemampuan berjalan bukan hanya soal kaki masih bisa melangkah.

Saat berjalan, tubuh membutuhkan koordinasi antara kekuatan otot, keseimbangan, penglihatan, sendi, serta kemampuan tubuh mempertahankan posisi.

Karena itu, seseorang mungkin sudah mampu berjalan beberapa meter tetapi masih membutuhkan bantuan untuk menjaga kestabilannya.

Hal ini dapat dijumpai, misalnya, pada sebagian lansia atau pasien yang sedang menjalani masa pemulihan setelah sakit atau tindakan medis.

Perhatikan Cara Pasien Berjalan

Daripada hanya melihat apakah pasien “bisa berjalan atau tidak”, keluarga dapat memperhatikan bagaimana pasien berjalan.

Beberapa hal yang patut diperhatikan antara lain:

  • Tubuh terlihat sering oleng atau goyah.
  • Pasien mencari tembok, meja, kursi, atau benda lain untuk berpegangan.
  • Langkah terlihat ragu-ragu atau tidak stabil.
  • Pasien takut berjalan tanpa ditemani.
  • Keseimbangan mudah hilang ketika berbelok.
  • Pasien kesulitan ketika mulai berdiri atau berhenti berjalan.
  • Pasien cepat lelah setelah berjalan beberapa langkah.
  • Pernah hampir jatuh atau terjatuh.

Tanda-tanda tersebut tidak otomatis berarti pasien harus menggunakan walker, tetapi dapat menjadi alasan untuk mengevaluasi keamanan pasien ketika berjalan.

Cukup Didampingi atau Menggunakan Walker?

Pendampingan keluarga dapat membantu pada kondisi tertentu, terutama jika pasien hanya membutuhkan pengawasan.

Namun ada perbedaan antara “didampingi” dan “menjadikan tubuh caregiver sebagai alat pegangan.”

Jika setiap berjalan pasien harus menarik tangan, lengan, atau bahu anggota keluarga untuk mempertahankan keseimbangan, hal tersebut perlu diperhatikan.

Pasien mungkin membutuhkan bentuk dukungan yang lebih sesuai.

Salah satu alat yang sering digunakan untuk membantu kestabilan berjalan adalah walker.

Walker memberikan area penopang yang lebih luas dibandingkan berjalan tanpa alat bantu. Namun penggunaannya tetap harus disesuaikan dengan kemampuan pasien.

Jangan Biasakan Berpegangan pada Perabot Rumah

Ketika belum menggunakan alat bantu, sebagian pasien memiliki kebiasaan berjalan sambil berpindah pegangan:

Dari bed → meja → kursi → tembok → pintu.

Sekilas cara ini terlihat cukup membantu.

Masalahnya, perabot rumah tidak dirancang sebagai alat bantu berjalan.

Kursi dapat bergeser, meja kecil dapat berubah posisi, dan benda yang dijadikan pegangan belum tentu cukup kuat menopang tubuh pasien.

Karena itu, jika pasien terus membutuhkan pegangan saat berjalan, sebaiknya evaluasi kembali apakah pasien memerlukan alat bantu yang lebih tepat.

Kapan Walker Bisa Dipertimbangkan?

Walker dapat dipertimbangkan ketika pasien membutuhkan tambahan stabilitas saat berjalan, tetapi pemilihannya sebaiknya tidak dilakukan hanya berdasarkan perkiraan keluarga.

Kondisi setiap pasien berbeda.

Ada pasien yang cocok menggunakan walker standar, ada yang membutuhkan jenis alat bantu lain, dan ada pula yang justru membutuhkan latihan serta pendampingan khusus.

Terutama pada pasien setelah operasi, stroke, cedera, atau memiliki gangguan keseimbangan tertentu, konsultasikan kebutuhan alat bantu dengan dokter atau fisioterapis.

Tenaga kesehatan dapat menilai kekuatan tubuh, keseimbangan, pola berjalan, serta menentukan alat bantu yang lebih sesuai.

Walker Bukan Berarti Pasien Tidak Mandiri

Sebagian pasien terkadang enggan menggunakan walker karena merasa:

“Saya masih bisa jalan sendiri.”

Padahal penggunaan alat bantu tidak selalu berarti pasien kehilangan kemandirian.

Pada kondisi yang sesuai, walker justru dapat membantu pasien melakukan aktivitas dengan dukungan tambahan sambil menjalani proses pemulihan.

Tujuannya bukan membuat pasien bergantung pada alat selamanya, tetapi membantu aktivitas berjalan menjadi lebih aman sesuai kemampuan pasien saat itu.

Apakah Walker Bisa Dilepas Setelah Pasien Lebih Stabil?

Bisa saja kebutuhan alat bantu berubah seiring perkembangan kondisi pasien.

Namun jangan terburu-buru menghentikan penggunaan walker hanya karena pasien sudah terlihat lebih kuat.

Perhatikan apakah pasien sudah mampu:

  • Berdiri dengan stabil.
  • Memulai langkah tanpa kehilangan keseimbangan.
  • Berjalan tanpa mencari pegangan.
  • Berbelok dengan stabil.
  • Berhenti dan berdiri kembali dengan aman.

Untuk pasien yang sedang menjalani rehabilitasi, keputusan mengurangi atau menghentikan penggunaan alat bantu sebaiknya mengikuti evaluasi tenaga kesehatan atau fisioterapis.

Lingkungan Rumah Juga Perlu Diperhatikan

Walker saja tidak cukup jika jalur berjalan pasien di rumah masih penuh hambatan.

Pastikan area yang sering dilalui pasien memiliki ruang yang cukup.

Perhatikan juga:

  • Kabel yang melintang di lantai.
  • Karpet yang mudah bergeser.
  • Lantai yang licin.
  • Barang kecil di jalur berjalan.
  • Perbedaan tinggi lantai.
  • Pencahayaan yang kurang.
  • Ruang yang terlalu sempit untuk walker.

Membuat jalur berjalan lebih aman sama pentingnya dengan memilih alat bantu yang tepat.

Kalau Hanya Dipakai Selama Masa Pemulihan, Perlu Beli?

Belum tentu.

Sebagian pasien hanya membutuhkan walker selama beberapa minggu atau beberapa bulan dalam proses pemulihan.

Dalam kondisi seperti ini, keluarga dapat mempertimbangkan menyewa walker terlebih dahulu daripada langsung membeli.

Setelah kondisi pasien membaik dan tenaga kesehatan menilai alat bantu sudah tidak diperlukan, walker dapat dikembalikan.

Cara ini dapat menjadi pilihan praktis untuk kebutuhan yang sifatnya sementara.

Jadi, Walker atau Cukup Didampingi?

Tidak bisa ditentukan hanya dari fakta bahwa pasien “sudah bisa berjalan.”

Yang lebih penting adalah melihat seberapa stabil dan aman pasien ketika berjalan.

Jika pasien masih sering goyah, mencari benda untuk berpegangan, takut berjalan sendiri, atau pernah hampir jatuh, jangan menganggap kondisi tersebut sepele.

Evaluasi kebutuhan pasien dan konsultasikan dengan dokter atau fisioterapis jika diperlukan.

Jika pasien memang direkomendasikan menggunakan walker, alat bantu tersebut dapat digunakan untuk memberikan dukungan tambahan selama proses berjalan dan pemulihan.

Butuh Sewa Walker di Semarang?

Sahabat GS Alkes yang sedang merawat anggota keluarga di rumah dan membutuhkan walker untuk masa pemulihan dapat mempertimbangkan layanan sewa walker di Semarang.

GS Alkes menyediakan berbagai kebutuhan alat kesehatan untuk mendukung perawatan pasien di rumah, termasuk walker, kursi roda, bed pasien, dan perlengkapan lainnya.

Karena kebutuhan setiap pasien berbeda, pilihlah alat bantu berdasarkan kondisi dan rekomendasi tenaga kesehatan.

GS Alkes — Sahabat Perawatan di Rumah. 💙💚

Artikel ini merupakan informasi edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun rekomendasi dokter atau fisioterapis.

Related Posts

Post a Comment

HomeGot to TopContact
× Pesan Sekarang