Sahabat GS Alkes, sebagian keluarga memilih menyiapkan tabung oksigen di rumah, terutama ketika sedang merawat lansia, pasien setelah pulang dari rumah sakit, atau pasien yang memang mendapatkan anjuran terapi oksigen dari tenaga kesehatan.
Namun setelah tabung tersedia, sering muncul pertanyaan:
“Kalau pasien tiba-tiba terlihat lemas atau sesak, apakah oksigen langsung dipasang?”
Jawabannya, tidak selalu.
Oksigen merupakan bagian dari terapi medis. Karena itu, penggunaannya—termasuk berapa aliran oksigen (liter per menit) yang diberikan—sebaiknya mengikuti instruksi dokter atau tenaga kesehatan yang menangani pasien.
Apakah Setiap Pasien Sesak Membutuhkan Oksigen?
Belum tentu.
Sesak napas dapat disebabkan oleh berbagai kondisi. Tidak semuanya dapat ditangani hanya dengan memberikan oksigen.
Karena itu, keluarga sebaiknya tidak menganggap bahwa setiap kali pasien merasa sesak, lemas, atau tidak nyaman berarti aliran oksigen harus langsung dinaikkan.
Terlebih pada pasien dengan kondisi tertentu, kebutuhan oksigennya bisa berbeda dengan pasien lain.
Jika dokter sebelumnya sudah memberikan instruksi mengenai kapan oksigen digunakan dan berapa aliran yang diberikan, ikuti petunjuk tersebut.
Bagaimana dengan Saturasi Oksigen?
Pulse oximeter sering digunakan di rumah untuk membantu mengukur saturasi oksigen (SpO₂).
Namun angka pada alat tersebut tidak sebaiknya menjadi satu-satunya dasar untuk menentukan kondisi pasien atau mengubah terapi oksigen sendiri.
Hasil pembacaan juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, misalnya posisi sensor, gerakan tangan, kondisi sirkulasi, atau faktor teknis lainnya.
Jika hasil pengukuran terlihat tidak seperti biasanya, periksa kembali pemasangan alat dan perhatikan kondisi pasien secara keseluruhan.
Bila saturasi tetap rendah dibanding target yang telah diberikan tenaga kesehatan atau kondisi pasien memburuk, hubungi tenaga kesehatan atau cari pertolongan medis.
Jangan Menentukan Liter Oksigen Sendiri
Salah satu kesalahan yang perlu dihindari adalah berpikir:
“Kalau masih sesak, oksigennya dinaikkan saja.”
Aliran oksigen tidak sebaiknya dinaikkan atau diturunkan sembarangan tanpa petunjuk tenaga kesehatan.
Kebutuhan setiap pasien berbeda. Dokter dapat menentukan target saturasi, metode pemberian oksigen, serta aliran yang sesuai berdasarkan kondisi pasien.
Jadi ketika tabung oksigen disiapkan di rumah, keluarga sebaiknya sudah mengetahui instruksi penggunaan yang diberikan kepada pasien.
Kapan Kondisi Pasien Membutuhkan Pertolongan Medis?
Tabung oksigen di rumah bukan pengganti penanganan medis ketika kondisi pasien memburuk.
Segera cari pertolongan medis apabila pasien mengalami kondisi seperti:
- Sesak napas berat atau semakin memburuk.
- Kesulitan berbicara karena napas sangat pendek.
- Bibir atau wajah tampak kebiruan atau keabu-abuan.
- Penurunan kesadaran, kebingungan baru, atau sulit dibangunkan.
- Nyeri dada berat.
- Kondisi pasien memburuk meskipun sudah mengikuti terapi yang diresepkan.
Dalam kondisi seperti ini, jangan hanya mengandalkan tabung oksigen di rumah.
Kalau Belum Dipakai, Kenapa Tabung Oksigen Perlu Disiapkan?
Pada pasien yang memang telah mendapatkan anjuran dokter, kesiapan alat dapat menjadi penting.
Bayangkan oksigen baru dibutuhkan pada malam hari, tetapi keluarga baru mulai mencari tabung, regulator, dan perlengkapannya pada saat itu.
Karena itu, jika tenaga kesehatan menyarankan menyediakan oksigen di rumah, keluarga dapat mempersiapkannya lebih awal.
Dengan begitu, ketika diperlukan sesuai instruksi medis, perlengkapannya sudah tersedia.
Sebelum Dibutuhkan, Cek Tabung Oksigen Secara Berkala
Jangan sampai tabung sudah lama berada di rumah tetapi baru diketahui kosong ketika hendak digunakan.
Sahabat GS Alkes dapat melakukan pemeriksaan sederhana secara berkala:
1. Periksa isi tabung
Pastikan tekanan/isi tabung masih mencukupi untuk kebutuhan yang telah direncanakan.
2. Periksa regulator
Pastikan regulator dan perlengkapan dalam kondisi baik.
3. Periksa selang dan perangkat pemberian oksigen
Pastikan selang tidak tertekuk atau mengalami kerusakan.
4. Pastikan tabung tersimpan dengan aman
Tabung harus diamankan agar tidak mudah jatuh atau terguling.
5. Jauhkan dari api dan sumber panas
Oksigen dapat mempercepat proses pembakaran. Jauhkan tabung dan penggunaan oksigen dari rokok, kompor, lilin, percikan api, serta sumber panas.
Jangan Menunggu Tabung Benar-Benar Kosong
Jika pasien memang rutin menggunakan terapi oksigen sesuai instruksi tenaga kesehatan, keluarga perlu memperhatikan sisa isi tabung.
Sebaiknya jangan menunggu sampai oksigen benar-benar habis sebelum mempersiapkan pengisian atau tabung pengganti.
Hal ini terutama penting apabila pasien bergantung pada terapi oksigen dan menggunakannya dalam waktu yang cukup lama.
Tabung Oksigen atau Oxygen Concentrator?
Untuk kebutuhan tertentu, keluarga juga mungkin menemukan pilihan antara tabung oksigen dan oxygen concentrator.
Tabung oksigen menyimpan oksigen bertekanan dan tidak membutuhkan listrik untuk mengalirkan oksigen dari tabung.
Sementara oxygen concentrator menggunakan listrik dan mengambil udara dari lingkungan untuk menghasilkan udara dengan konsentrasi oksigen yang lebih tinggi.
Pemilihan alat sebaiknya mempertimbangkan kebutuhan terapi pasien, durasi penggunaan, kondisi rumah, dan rekomendasi tenaga kesehatan.
Jadi, Kapan Tabung Oksigen di Rumah Digunakan?
Prinsip sederhananya:
Gunakan oksigen sesuai instruksi tenaga kesehatan yang menangani pasien.
Jangan menentukan sendiri kapan harus memulai terapi atau menaikkan aliran hanya berdasarkan perkiraan.
Jika dokter sudah menentukan kapan oksigen digunakan, target saturasi, dan berapa aliran yang diperlukan, keluarga dapat mengikuti petunjuk tersebut sambil memantau kondisi pasien.
Dan jika kondisi pasien memburuk atau muncul tanda bahaya, jangan menunda mencari pertolongan medis hanya karena sudah tersedia oksigen di rumah.
Butuh Sewa Tabung Oksigen di Semarang?
Bagi Sahabat GS Alkes yang membutuhkan perlengkapan untuk mendukung perawatan pasien di rumah, GS Alkes melayani sewa tabung oksigen di Semarang dan sekitarnya.
Kami juga menyediakan berbagai kebutuhan alat kesehatan untuk perawatan di rumah.
Menyiapkan alat memang penting, tetapi yang tidak kalah penting adalah memahami cara penggunaan yang benar dan mengikuti arahan tenaga kesehatan.
GS Alkes — Sahabat Perawatan di Rumah. 💙💚
Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan diagnosis, pemeriksaan, maupun petunjuk terapi dari dokter atau tenaga kesehatan.
Post a Comment