“Masih kuat kok.”
“Nggak usah pakai kursi roda.”
“Saya bisa jalan sendiri.”
Kalimat-kalimat seperti ini sering diucapkan oleh lansia atau pasien yang sedang dalam masa pemulihan. Di satu sisi keluarga ingin menghormati keinginan pasien, namun di sisi lain muncul kekhawatiran akan risiko jatuh atau kelelahan saat beraktivitas.
Lalu, bagaimana sebaiknya keluarga menyikapi kondisi ini?
Memahami Perasaan Pasien Terlebih Dahulu
Sebelum membujuk pasien menggunakan kursi roda, penting untuk memahami alasan di balik penolakannya.
Banyak pasien menolak menggunakan kursi roda karena:
- Merasa masih mandiri
- Takut dianggap lemah
- Tidak ingin merepotkan keluarga
- Merasa malu dilihat orang lain
- Belum menerima perubahan kondisi fisiknya
Bagi sebagian orang, kursi roda bukan sekadar alat bantu, tetapi juga simbol bahwa kemampuan tubuh mereka sudah tidak seperti dulu.
Karena itu pendekatan yang penuh empati jauh lebih efektif dibandingkan memaksa.
Jangan Langsung Memaksa
Saat keluarga terus memaksa, pasien justru bisa menjadi lebih keras menolak.
Daripada mengatakan:
❌ “Bapak harus pakai kursi roda.”
Coba gunakan pendekatan seperti:
✅ “Supaya Bapak tidak cepat capek.”
✅ “Biar kita bisa jalan-jalan lebih nyaman.”
✅ “Biar lebih aman dan tidak berisiko jatuh.”
Fokuslah pada manfaat yang akan dirasakan pasien.
Jelaskan Bahwa Kursi Roda Bukan Berarti Menyerah
Banyak pasien menganggap penggunaan kursi roda berarti mereka sudah tidak mampu lagi beraktivitas.
Padahal kenyataannya tidak demikian.
Kursi roda justru membantu pasien tetap:
- Keluar rumah
- Bertemu keluarga
- Kontrol ke rumah sakit
- Mengikuti kegiatan sehari-hari
Tanpa harus menguras tenaga secara berlebihan.
Utamakan Keselamatan
Salah satu alasan terbesar penggunaan kursi roda adalah mencegah risiko jatuh.
Pada lansia, jatuh dapat menyebabkan:
- Cedera serius
- Patah tulang
- Rawat inap kembali
- Masa pemulihan yang lebih panjang
Karena itu pencegahan sering kali jauh lebih baik dibandingkan penanganan setelah cedera terjadi.
Gunakan Secara Bertahap
Tidak harus langsung digunakan sepanjang hari.
Misalnya:
- Digunakan saat kontrol ke rumah sakit
- Digunakan saat berjalan jarak jauh
- Digunakan ketika kondisi tubuh sedang lelah
Dengan cara ini pasien biasanya lebih mudah menerima keberadaan kursi roda sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti aktivitas.
Libatkan Pasien dalam Keputusan
Biarkan pasien ikut memilih dan mencoba kursi roda yang nyaman.
Ketika pasien merasa dilibatkan, mereka biasanya lebih terbuka untuk menerima bantuan.
Yang Terpenting Adalah Kenyamanan dan Kualitas Hidup
Tujuan penggunaan kursi roda bukan untuk membatasi aktivitas pasien.
Justru sebaliknya.
Kursi roda hadir untuk membantu pasien tetap aktif, aman, dan nyaman menjalani kehidupan sehari-hari tanpa harus memaksakan kondisi fisik yang sudah berubah.
Sewa Kursi Roda Semarang
Jika kebutuhan kursi roda hanya sementara, menyewa sering menjadi pilihan yang lebih praktis dan hemat dibandingkan membeli.
GS Alkes menyediakan:
✔️ Kursi roda standar
✔️ Kursi roda untuk pasien pemulihan
✔️ Unit bersih dan terawat
✔️ Pengantaran langsung ke rumah
✔️ Konsultasi gratis
Melayani Semarang dan Sekitarnya
GS Alkes melayani:
- Semarang Tengah
- Semarang Selatan
- Semarang Timur
- Semarang Barat
- Semarang Utara
- Banyumanik
- Tembalang
- Pedurungan
- Genuk
- Gayamsari
- Candisari
- Gajahmungkur
- Ngaliyan
- Gunungpati
- Mijen
- Tugu
Serta wilayah Kendal, Ungaran, Demak, Salatiga, Mranggen, dan sekitarnya.
Hubungi GS Alkes
📱 WhatsApp: 089509173788
Jika orang tua atau anggota keluarga sedang membutuhkan bantuan mobilitas, GS Alkes siap membantu menyediakan kursi roda yang nyaman dan siap digunakan.
Karena menggunakan kursi roda bukan berarti menyerah, tetapi memilih cara yang lebih aman untuk tetap aktif menjalani hari.
Post a Comment